Site icon arthanugraha.com

Arah Industri Logistik Indonesia. Gathering ALI East Java Oktober 2019

Arah Industri Logistik Indonesia
Banner Acara ini

Pada hari rabu, 30 Oktober 2019, saya menghadiri gathering Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Jawa Timur yang diadakan di The Grand Club Gubeng, Surabaya. Tema yang disajikan yaitu “The Future of Indonesia Logistics. How Technology Change Logistics Industry”. Karena tema ini sangat menarik bagi saya, maka saya dari jauh hari sudah mendaftarkan diri. Karena mendaftar pada awal-awal, lumayanlah dapat early bird sebesar 200 ribu.

Nah masalahnya agendanya ini pada saat jam kerja. Mau tidak mau harus berhitung lagi nih, apakah harus ijin kerja atau gak. Mengingat kalau saya ijin kerja, maka saya kena potongan gaji karena ijin kerja sebesar 200 ribu. Jadi kalau saya ijin nih, total yang saya keluarkan jadi 400 ribu dong, duh alamakkkkk. Tapi setelah saya lihat jadwalnya, ternyata hanya dari jam sembilan sampai jam satu saja. Okelah saya tidak jadi ijin tidak masuk kantor. Lumayan menghemat 200 ribu, hehehe.

Selain tema yang sangat menarik dengan pembicara yang menarik, acara ini juga jadi ajang untuk ketemuan dengan rekan-rekan logistik lainnya.

Hari H

Pada hari H, saya berangkat dari kantor jam 08.00. Karena lalu lintas pagi dari arah Aloha menuju Gubeng lumayan padat di beberapa titik, maka saya sampai di lokasi sekitar pukul 08.40.

di lokasi acara

Sudah ada beberapa peserta yang datang. Nah saya biasanya nih suka memilih lokasi tempat duduk yang paling depan. Eh gak dinyana, meja depan ada pak Anton Irawan dari MIF. ya sudah sekalian duduk di meja situ saja.

Acara Dimulai

Tepat pukul 9.30 acara dimulai dan dibuka oleh MC. Untuk pendahuluan, ibu Ivy Kamadjaja sebagai ketua ALI Jatim memberikan paparan yang berkaitan dengan kondisi industri logistik saat ini.

Ibu Ivy memaparkan kebijakan dari presiden Joko Widodo yang berfokus pada sumber daya manusia, infrastruktur, perbaikan regulasi dan birokrasi, transformasi ekonomi. Dan penekanan pada transformasi ekonomi yang dipercepat dengan teknologi. Ibu Ivy menjelaskan bahwa saat ini sudah banyak perubahan. Kita bersama bisa melihat sudah terjadi shifting dari offline business ke online business, kemudian timbul sharing economics, dan juga digitalisasi logisctics. Ibu Ivy juga memaparkan bahwa masih ada tantangan yang dihadapi oleh logistik misalnya regulasi yang tidak mendukung. Kemudian permintaan customer yang menginginkan pengiriman yang cepat, terbaik dan murah.

paparan tentan ALI dari bapak Wahyu Adi

Sesi selanjutnya bapak Wahyu Adi memaparkan tentang organisasi Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) yang berdiri pada tahu 2003 ini dan juga tentang ALI Jawa Timur.

Peserta Acara

Masuk pada acara utama, bapak Jimmy Sudirgo menjadi pemandu diskusi. Sebelumnya bapak Jimmy mengajak para peserta untuk melakukan ice breaking yang membuat santai para peserta. Selanjutnya bapak Jimmy memanggil satu persatu sekaligus memperkenalkan para panelis.

Paparan Para Panelis

Para Panelis

Panelis pertama adalah bapak Adi Nugroho sebagai Country Sales Director alibaba.com. Panelis kedua adalah bapak Brian Marshal sebagai founder dan CEO Sirclo. Panelis ketiga adalah bapak Budi Handoko sebagai Co Founder Shipper. Kemudian panelis keempat adalah bapak Victor Ary Subekti selaku Chief Complience and Network Officer Lion Parcel. dan yang terakhir adalah bapak Eric Saputra, country Head Ninja Xpress Indonesia.

Bapak Adi Nugroho pada kesempatan ini mengenalkan tentang platform Alibaba. Selain itu beliau juga menjelaskan tentang perkembangan e-commerce dan menyampaikan ada lima paint point yang saat ini dihadapi yaitu business opportunity, trust, trade procedure, cost dan online data.

Selanjutnya bapak Brian Marshal dari Sirclo menjelaskan tentang business model yang saat ini dilakukan oleh Sirclo yaitu sebagai perusahaan teknologi yang khusus bergerak di bidang e-commerce

Paparan lain dari bapak Victor Ary Subakti tentang arah industri logistik indonesia saat ini harus masuk ke fase smart logistics dengan melakukan digitalisasi logistics. Bapak victor juga menyampaikan bahwa logistik di Indonesia harus belajar dari China yang berhasil memberikan logistics cost yang murah. Selain itu bapak Victor juga mengemukakan tentang pentingnya berfokus pada customer, sehingga setiap solusi yang dilakukan fokus pada kebutuhan customer. Beliau juga menyampaikan beberapa contoh teknologi logistik yang sudah diimplementasikan di Lion Parcel, misalnya permintaan pickup barang melalui pesan Whatsapp. Kemudian adanya notifikasi ketika barang terkirim. Juga Lion Parcel tidak menghilangkan interaksi yang saat ini dilakukan, yaitu dengan memberikan link untuk bisa chat dengan operator di setiap notifikasinya. Beliau juga menyarankan agar perusahaan logistik bisa memulai melakukan digitalisasi dengan misalnya memberikan e-POD, live report.

Bapak Eric Saputra dari Ninja Xpress memaparkan layanan dari Ninja Xpress sebagai backbone dari e-commerce. Begitu juga bapak Budi Handoko yang memaparkan model bisnis shipper sebagai perusahaan agregator.

Pada kesempatan ini, para panelis juga memaparkan tentang bagaimana arah industri logistik indonesia di masa mendatang. Setidaknya ada tiga hal yang penting bagi logistik di masa mendatang yaitu e-commerce, aliran barang/logistik dan aliran uang/payment. Kemudian tantangan yang dihadapi adalah mengenai logistics cost di Indonesia yang masih dipandang cukup tinggi.

Disrupsi Teknologi di Industri Logistik

Mengenai disrupsi dikarenakan perkembangan teknologi di industri logistik dikatakan oleh para panelis bahwa disrupsi tidak akan semudah itu terjadi di industri logistik. Karena industri logistik ini memiliki kompleksitas, misalnya kegiatan operasionalnya dan juga jaringannya. Namun yang perlu menjadi catatan penting adalah pemain logistik harus siap untuk bisa connect ke ekosistem digital. Bentuk konektifitas tersebut misalnya saja tarif ongkos kirim yang bisa diakses dengan mudah. Bentuk konektifitas lain yaitu pelacakan secara online.

Para panelis juga menyampaikan salah satu contoh perusahan di China yang berhasil mengumpulkan perusahaan-perusahaan logistik di China untuk mendukung ekosistem logistik di sana. Perusahaan tersebut bernama cainiao. Dari kesuksesan tersebut yang dapat dilakukan adalah kolaborasi. Karena untuk mendapatkan harga yang murah, maka harus melakukan konsolidasi pengiriman dengan volume yang besar.

Fokus lainnya adalah mindset sumber daya terhadap teknologi logistik. Kemudian mindset untuk melakukan improve di operasional, namun juga penting untuk bisa memberikan improvement bagi customer. Satu catatan penting lainnya adalah potensi dari e-commerce yang masih akan berkembang di masa-masa mendatang.

Penyerahan cendera mata ke para panelis

Kesimpulan

Dari acara ini untuk menentukan arah industri logistik indonesia beberapa kesimpulan yang bisa diambil antara lain:

  1. Setiap pelaku industri logistik harus menerima perubahan untuk menuju ke digital.
  2. Pikirkan connecting ke digital, misalnya saja online tracking.
  3. Lakukan kolaborasi.
  4. dan Invest di human resources.
Exit mobile version