Site icon arthanugraha.com

Ayo mulai belajar Slim Framework

slim framework

Saya mengenal Slim Framework ketika saya mempunyai kebutuhan untuk membangun sebuah aplikasi kecil yang hanya memberikan service untuk memberikan data  dan hanya sedikit melakukan pengolahan. Di dalam literatur lebih dikenal dengan web service. Secara jamak, web service sendiri mempunyai protokol ataupun bentuk dan media yang berbeda-beda. Akhirnya setelah mencari referensi yang banyak, saya memutuskan untuk menggunakan Slim Framework dengan beberapa pertimbangan:

  1. Web service berbasis PHP, kebetulan agak bisanya di situ 🙂
  2. Tidak perlu framework yang kompleks yang membuat saya pusing tujuh keliling. Slim Framework seperti namanya, sangat kecil, kodenya dikit banget sangat kecil dan tidak sebesar ukuran tubuh saya yang gendut. framework yang canggih bin ajaib plus populer memang hebat untuk aplikasi full stack web. Tapi yang saya perlukan tidak sebesar itu, karena malah bisa membuat overkilled dan learning curve yang lama untuk mempelajarinya. Trust me, hanya butuh 3 hari saja , kamu udah jagoan pakai Slim Framework.
  3. Skalabilitas yang mudah dikembangkan. yah dengan bantuan composer plus packagist, kamu bisa buat slim yang tadinya kurus, tiba-tiba bisa menjadi gendut. Nah kalau ini pilihan, mau jadi gendut apa tetap langsing.
  4. Slim adalah framework yang mudah. Tutorial tersebar di seluruh jagat maya, mau yang bahasa inggris, indonesia atau Jepang.

Oleh sebab itu saya coba bagikan kepada teman-teman, khususnya yang mau belajar bersama (btw, saya juga baru belajar lho). Selain itu saya juga sudah buat grup di Facebook, siapa tahu ada yang mau join.

https://www.facebook.com/groups/slimframeworkindonesia/

Prinsipnya adalah berbagi bersama, belajar bersama. Ada masalah, kita selesaikan dengan kekeluargaan :).

 

 

Exit mobile version