Site icon arthanugraha.com

Bagaimana Rencana Masa Pensiun Anda

Dalam beberapa hari berseliweran beberapa artikel maupun video tentang rencana masa pensiun. Setiap orang pasti akan memasuki masa pensiun, dalam arti ada masa di mana kita tidak bisa lagi menghasilkan uang. Entah mengapa topik ini akhir-akhir ini sering menghampiri, mungkin ini menjadi pengingat bagi saya.

Dari hasil perhitungan simulasi dari sebuah video di youtube, ternyata dengan usia saat ini dan dengan besar pengeluaran saat ini, jika saya berencana pensiun pada usia 55 tahun, maka saya membutuhkan dana sebesar lima milyar rupiah. Itupun jika diasumsikan dana tersebut dimasukkan ke dalam deposito, maka dana hanya bisa bertahan sampai saya berusia 79 tahun.

sumber: finansialku.com

Mungkin simulasinya agak salah, mungkin juga benar. Akan tetapi ada benarnya juga menunjukkan realita pada masa depan. Kita tahu, khususnya bagi pekerja, pemerintah juga telah menyiapkan dana pensiun, akan tetapi itu tidaklah cukup. Coba saja lihat berapa yang harus saya siapkan jika saya pensiun di usia 55 tahun.

Mari kita lihat apa yang terjadi pada masa tua nanti jika kita tidak menyiapkan dana pensiun sedari sekarang. Yang pertama adalah kita pasti akan Mantab, alias Makan Tabungan. Lambat laun tabungan anda akan habis. Yang kedua adalah menurunkan pengeluaran hingga hidup pada pola pengeluaran minimal. Keduanya tentu menimbulkan permasalahan bagi kita di saat tua nanti.

Saya mencoba mereview apa saja yang biasanya dilakukan untuk menghadapi masa pensiun, ada tiga hal yang bisa yang saya sarikan di sini:

Yang pertama adalah melakukan investasi selama masa kita masih mempunyai penghasilan. Ada beberapa pertimbangan berapa yang harus kita sisihkan. Salah satunya adalah memasukkan faktor inflasi setiap tahun.

Yang kedua, membuat usaha yang bisa menghasilkan uang secara terus menerus. Ada beberapa orang menyebutnya sebagai pasif income. Misalnya mempunyai kos-kosan, rumah kontrakan ataupun mempunyai bisnis yang bisa auto pilot. Mengenai usaha apa saja yang bisa berjalan seperti ini mungkin harus dibahas tersendiri, tapi yang terpenting adalah sustainable, artinya bisa berkelanjutan.

Yang ketiga mempunyai banyak anak. Lho kok punya banyak anak. Ada adegium yang mengatakan “banyak anak banyak rejeki”. Mungkin maksudnya anak-anaknya kelak yang akan membantu dalam hal pengeluaran jika orang tuanya pensiun. Nah lho, entahlah apakah hal ini benar apa tidak, tapi saya termasuk yang tidak menyetujui pendapat ini.

yang keempat, terus bekerja untuk tetap menghasilkan uang. Banyak kan kita temui orang tua yang masih bekerja demi memenuhi kebutuhannya.

Tapi apapun itu, mari kita menengok masa depan kita. Untuk yang masih muda, saatnyalah anda berpikir sekarang, mumpung jalan anda masih panjang. Sedangkan untuk yang sudah berumur kayak saya, hahaha, let’s thing more smart. Pikirkan masa depan anda, bukan hanya mengejar karir akan tetapi masa depan anda. Pikirkan untuk mencapai dana yang dibutuhkan pada saat anda pensiun pada usia yang telah anda tentukan. Selamat merenung

Exit mobile version