Site icon arthanugraha.com

Esensi Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2014

Esensi Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2014

Esensi Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2014

Esensi Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2014 akan coba saya sampaikan di dalam tulisan ini. Wikipedia memberikan pengertian mengenai pendidikan sebagai  pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang ditransfer dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan telah menjadi hak bagi setiap manusia. Prinsip inilah yang menjadi dasar perjuangan Ki Hajar Dewantoro untuk melawan aturan Belanda yang hanya memperbolehkan hanya anak-anak kelahiran Belanda ataupun hanya orang kaya saja yang bisa bersekolah.
Untuk menghormati jasa Ki Hajar Dewantoro agar anak pribumi juga bisa bersekolah, maka ki Hajar Dewantoro diangkat menjadi pahlawan nasional dan hari kelahirannyapun pada tanggal 2 mei diperingati sebagai hari pendidikan Nasional

Esensi Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2014 menurut saya adalah mengembalikan kepada dasar dari pendidikan tersebut. Pendidikan haruslah memberikan pembebasan bagi setiap manusia. Esensi itulah yang harus dipegang.
Beberapa isu yang diangkat mengenai pendidikan Indonesia antara lain:
1. Pendidikan yang murah bagi rakyat
2. Memfokuskan pada kemajuan pendidikan
3. Perubahan kurikulum pendidikan di segala tingkat.

Seperti yang diketahui, isu biaya pendidikan menjadi isu yang sexiest untuk dibicarakan. Bagaimana tidak, di tengah janji-janji pemerintah memberikan pendidikan gratis, nyatanya masih banyak anak yang putus sekolah. Menurut saya isu yang terpenting tentu saja bukan hanya memberikan biaya sekolah secara gratis saja, tetapi juga memberikan fasilitas penunjang lain bagi peserta didik, seperti misalnya buku-buku, perpustakaan ataupun laboratorium.

Pemerintah saat ini juga kurang fokus dalam arahan kemajuan pendidikan nasional. Meskipun di dalam UUD 1945 sudah mengamanatkan untuk memberikan anggaran pendidikan sebesar minimal 20% dari total anggaran (APBN dan APBD), tetapi wujud nyata arah tersebut masih tidak jelas. angka 20% menjadi rancu, untuk apa saja anggaran tersebut. Bahkan 20% tersebut sebenarnya juga termasuk di dalamnya komponen gaji pendidik.

Kurikulum pendidikan Indonesia juga membuat bingung bagi peserta didik. Tidak ada blue print dan target yang jelas untuk apa penyelenggaraan pendidikan Indonesia. Ujian Nasional yang diselenggarakan malah sering dijadikan ajang ketidakjujuran dengan bocoran soal dan saling contek, semuanya hanya demi sebuah kelulusan belaka. Pendidikan telah kehilangan rohnya.

Dari ketiga hal tersebut, sebagai warga negara saya tidak menutup mata bahwa negara ini masih menata konsep pendidikan yang terbaik dan masih banyak hambatan dan tantangan dalam mewujudkannya. Akan tetapi, yang kita minta adalah pemerintah mau memberikan penjelasan mengenai arah pendidikan bangsa ini beserta target dan tujuannya, serta memberikan milestone saat ini kita berada di titik mana dari target tersebut.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2014.

Exit mobile version