Site icon arthanugraha.com

Panduan Curhat di Media Sosial

Sebetulnya saya sedang mencari panduan curhat di media sosial, mungkin berguna buat kamu yang suka curhat melalui media sosial. Definisi curhat sendiri adalah pengungkapan perasaan dari diri kita dan singkatan curhat adalah curahan hati. Biasanya seseorang melakukan curhat karena dirinya mendapati masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh dirinya sendiri dan membagikan cerita tentang masalah tersebut dengan berharap dirinya akan mendapatkan solusi atau tanggapan dari orang lain. Secara psikologis sebetulnya curhat menimbulkan dampak positif karena dengan membagikan permasalahan melalui curhat, maka ada perasaan lega, apalagi permasalahan yang dihadapi mendapatkan tanggapan dari orang lain.

Perkembangan media sosial juga tidak luput dari sifat manusia yang ingin membagikan permasalahannya dengan orang lain. Apalagi sifat publikasi yang bisa meluas bahkan tanpa batasan geografi, curhatan kita bisa sampai mendunia.

By the way, saya sebetulnya mau nyinyirin orang yang curhat di media sosial sih, tapi sebelumnya saya mau bagikan beberapa kategori masalah yang sering dijadikan bahan curhat di media sosial berdasarkan timeline yang sering muncul di media sosial saya:

  1. Masalah keluarga
  2. Masalah dengan pacar
  3. masalah di kantor
  4. Masalah hubungan dengan rekan kerja atau atasan
  5. Masalah dengan lingkungan
  6. Masalah di sekolah
  7. Dan segudang masalah manusia yang pernah ada, pasti ada di media sosial

Hmmm, batasan nyinyiran saya di sini adalah tentang curhat lho, belum yang masalah hobi sharing postingan orang lain atau hobinya menghujat.

Nah, kembali kepada masalah curhat. Ternyata curhat juga bisa berbahaya lho, bahkan kamu bisa sampai berurusan dengan hukum. di negara Indonesia mengatur sesi curhat melalui media internet dengan UU ITE. Kamu cari dan baca sendiri ya Undang-undangnya. Udah banyak lho korbannya. Ada yang curhat kecewa karena beli apartemen dan menurutnya dia mendapat zonk dari pengelola dan dia pun mendapatkan tuntutan hukum. Ada yang curhat mengenai sekolah dan dia dikeluarkan dari sekolah.

Sekali lagi, ternyata media sosial itu gak bisa sebebas itu kawan. Apalagi kamu sering curhat ke Tuhanmu lewat media sosial, bahaya kawan bisa kena pasal penistaan agama lho. Saran saya gak usah terlalu serius lah di media sosialmu. Jangan sampai kamu mencopy segala tentang dirimu ke media sosial, sama sekali gak ada manfaatnya.

Sebagai contoh ya, kamu semua kan mau sukses. Paling gampang kalau kamu gak tau caranya sukses contohlah orang-orang sukses yang pernah ada. Terserah ente deh pilih siapa saja yang kamu suka. Lalu kamu lihat bagaimana mereka memakai media sosial. Ini contoh realnya ya, kamu pasti mainan Facebook kan? Kamu pasti tau Mark Zuckerberg. Coba intip halaman facebook Mark, pastinya gak se alay timeline mu deh.

So, bijaksanalah dalam memakai media sosial.

Exit mobile version