Site icon arthanugraha.com

Saya Juga Pecinta Yamaha Vixion

Pecinta Yamaha Vixion

Ketika browsing berita di detik.com, terlintas sebuah berita mengenai peringatan satu dekade Yamaha Vixion.
Motor ini adalah sebuah motor yang saya beli dengan perjuangan. Sebuah motor impian yang terwujudkan dengan cicilan, hehehe.

Kenapa motor impian? begini ceritanya.

Sebetulnya saya jarang punya motor yang katanya orang motor laki. Jauh pada saat saya SMA, saya mempunyai sebuah motor GL Pro Neotech yang telah membawa saya berkeliling ke mana-mana. Tapi pada saat saya kuliah, saya memilih tidak memakai motor itu dan memakai motor bebek dengan alasan jalan yang akan saya lalui keseharian di Surabaya agak macet, jadi agak capek juga jika memakai motor yang memakai kopling.

Akhirnya, setelah setahun nongkrong di rumah, motor GL itupun dijual.
Setelah bertahun-tahun lamanya, saya berjumpalah dengan komunitas pencinta motor Yamaha Scorpio. Nah lhoo, mau cerita Vixion malah jadi Scorpio.

Eh, tunggu dulu ini ada kaitannya.

Suatu saat saya ditugaskan untuk belajar di kantor pusat tempat saya bekerja. Saya ditugaskan di Jakarta. Di sana saya banyak berkumpul dengan teknisi yang kebetulan mereka ini penggila Yamaha Scorpio. Tetapi mereka bernazar bahwa ketika Yamaha Vixion keluar, mereka akan membeli motor itu.
Dari obrolan tersebut membuat saya tertarik dengan motor ini. Apalagi ketika itu ada iklan Yamaha Vixion yang versi kartun itu

Setelah versi pertama keluar di tahun 2007, akhirnya saya berkesempatan membeli motor ini, dengan menjual motor lama saya dan membelinya dengan kredit. Waktu itu harga sepeda motor ini 19 juta rupiah, jauh banget dari gaji bulanan saya, hahaha.

Meski agak memaksa mencicil motor ini, tapi saya sangat puas. Mungkin kayak wong ndeso ya, gak pernah naik motor injeksi.

Saya merasa tarikannya itu kayak gak ada kosongnya sih, beda banget dengan GL Pro saya pada saat itu. Atau motor 2 tak yang dulu pernah aku cobain kayak RGR. Tarikan Yamaha vixion terasa spontan banget.

Karena saking gak pernahnya punya motor injeksi, motor ini hampir 90% minumnya Pertamax, kadang Pertamax Plus kalau lagi kebanyakan duit, atau bahkan premium kalau lagi bener-bener bokek.

Mungkin banyak pemilik kendaraan Yamaha Vixion yang juga merasakan kepuasan memliki sepeda motor ini. Gak heran tingkat penjualan Yamaha Vixion ini termasuk tinggi. Bahkan di tempat saya bekerja, ada sampai empat motor Yamaha Vixion yang terparkir.

Sayangnya, pada saat saya mau pindah ke Tangerang, motor ini akhirnya dilego di sebuah Showroom motor.Prosesnya juga sangat cepat. Saya baru datang dari Sidoarjo ke Jember, pada saat lagi cuci itu motor, ehhh ada orang showroom yang mau lihat, dan deal di angka 16 juta. Rasanya angka segitu termasuk tinggi untuk motor vixion bekas pada saat itu. Lumayan buat biaya pindahan hehehe.

By the way, dengan kepuasan yang pernah saya rasakan ketika memiliki motor ini, jika ada kesempatan mungkin saya akan tetap merekomendasikan Yamaha Vixion ini sebagai pilihan.

Exit mobile version