Site icon arthanugraha.com

Sudah profesionalkah kita?

terkadang banyak perusahaan yang mengambil kata-kata terbaik sebagai motonya. Profesional adalah kata-kata yang cukup banyak dipakai. Tetapi bagaimana perusahaan menyikapi kata-kata ini? apakah sebagai kata-kata indah yang terpatri dengan elok? atau melekat.

Hari ini saya mendapati air PDAM di rumah saya mati. Lalu istri saya memberikan capture dari website sidoarjo (http://pdam.sidoarjokab.go.id/)seperti ini:

Berita yang diposting oleh PDAM Sidoarjo ini cukup menggelitik saya. Terlebih ketika melihat header yang ditampilkan oleh PDAM Sidoarjo seperti berikut:

Sebagai perusahaan daerah yang berkewajiban melayani pasokan air di masyarakat, semestinya PDAM Delta Tirta Sidoarjo tetap memberikan layanan, bukan pemberitahuan bahwa air tidak mengalir.

Oleh sebab itu saya mencoba beberapa channel komunikasi untuk menyampaikan hal ini.

Pertama saya coba jalur telepon, ternyata telepon sibuk.
Saya akhirnya mencoba email, ternyata email yang terkirim failed

saran saya, dengan kasus seperti ini PDAM Delta Tirta Sidoarjo:

  1. Memberikan informasi yang akurat, misal lama perbaikan atau air akan mulai mengalir kapan?
  2. Kompensasi apa yang diberikan kepada pelanggannya. Misal pemberian air melalui mobil atau deduksi tagihan karena air mati selama berapa hari/jam

Inilah yang dinamakan profesional. Ada Service Level Agreement yang ditetapkan dan disepakati bersama antara pelanggan dan penyedia jasa.

Tapi ini sudah terjadi, setidaknya ini jadi pembelajaran bagi kita semua yang menyematkan kata profesional di tagline perusahaannya.

Exit mobile version