Site icon arthanugraha.com

Ucapan Natal , boleh atau tidak?

ucapan natalSekarang lagi ramai tentang boleh tidaknya umat muslim untuk memberikan ucapan natal kepada pemeluk agama Kristen.

dari sudut pandang etimologisnya atau asal katanya, natal yang berasal dari bahawa portugis bermakna sebagai suatu kelahiran seseorang. Tetapi di dalam permaknaan bangsa Indonesia, natal dimaknai sebagai kelahiran Yesus Kristus. Oleh sebab itu permaknaan perayaan natal adalah sebagai perayaan peringatan kelahiran Yesus Kristus sebagai juru selamat dunia.

Penjelasan mengenai natal yang lebih komprehensi ada di wikipedia.

Hal ini yang menjadi pertentangan dalam memberikan ucapan natal. Bagi sebagaian orang yang menganggap bahwa ucapan natal tidak perlu disampaikan kepada pemeluk agama Kristen, permaknaannya adalah dalam artian membenarkan bahwa dengan mengucapkan selamat natal, maka ada pembenaran terhadapa ajaran Kristen.

Kalau kita menarik ke belakang. Pengucapan selamat kepada seseorang adalah lebih kepada pengungkapan rasa syukur dan berempati kepada orang lain. Misal jika ada yang mengalami kedukaan karena kematian, maka kita mengucapkan turut berduka cita. Begitupula jika ada yang berulang tahun, kita akan mengucapkan selamat ulang tahun. Hal ini tentu kejadian-kejadian yang tidak menimbulkan pertanyaan.

Tetapi kejadian kelahiran Yesus Kristus dianggap sebagai sesuatu wacana yang diperdebatkan dari pemeluk agama non Kristen. Akan tetapi, memang dari bagian ini, iman dan kepercayaan bukanlah sesuatu yang harus diperdebatkan dan akan sangat sulit menemukan titik temu.

Titik temunya adalah toleransi.

Saya sangat paham, bahwa ada sebagian orang menganggap tidak perlu mengucapkan selamat natal. Itu adalah iman dan kepercayaan seseorang yang tidak bisa diperdebatkan. Saya juga agak menyindir, jika saya yang seorang Kristen mengucapkan kalimat syahadat, eh tiba-tiba saya menjadi Islam. Waw…. tidak mungkin seperti itu. Iman dan percaya dan memeluk suatu agama itu adalah suatu perjalanan dalam memahami kebenaran, tidak mungkin kita dapatkan dalam sekejap.

Maka, saya berdiri di sisi bahwa ucapan selamat hari Natal dari pemeluk agama lain tidak perlu, tidak perlu diributkan lagi, itulah bentuk toleransi. Yang saya perlukan dari perayaan natal ini adalah proses meditasi dan kontemplasi saya, sebagai orang Kristen, yang telah diberikan kebebasan oleh karena Tuhan telah memberikan anaknya sebagai juru selamat, apa yang sudah saya perbuat dari karunia dan berkat yang sudah saya peroleh ini. Seberapa jauh ajaran kasih ini telah saya implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, itulah makna natal bagi saya.

Selamat Natal 2014

Exit mobile version