NEW!Referensi istilah di supply chain dan logistik Buka di sini
Tulisan Lepas

Dampak Ucapan Terimakasih bagi Kinerja

2 Mins read
Dampak Ucapan Terimakasih

Selepas membaca Messages di facebook yang dikirim oleh Bapak Bambang Triyawan dari Invis Consulting Bandung. Profil beliau dapat dilihat di halaman facebook berikut ini:  http://www.facebook.com/profile.php?id=1636110645

Berikut adalah tulisan beliau:

Kita sering mengira bahwa di zaman seperti sekarang orang pasti hanya berespons terhadap konsekuensi dalam bentuk uang. Memang bonus dalam bentu uang kadang diperlukan, tapi kebutuhan akan pengakuan dan penghargaan memiliki pengaruh yang lebih kuat daripada uang.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa alasan pertama mengapa para eksekutif meninggalkan pekerjaan mereka yang sekarang adalah terbatasnya pengakuan dan penghargaan di tempat kerja mereka. Pengakuan adalah satu bentuk apresiasi terhadap kinerja seseorang. Bagi sebagian besar orang bentuk reinforcement ini sangatlah menguatkan. Pengakuan adalah sinyal yang dapat dibaca oleh pekerja yang menunjukkan bahwa pemimpin ataupun rekan kerjanya puas dengan pekerjaan yang telah dilakukannya. Tanpa bentuk pengakuan tersebut, karyawan mungkin berpikir bahwa semua yang ia upayakan ternyata tidak membawa hasil yang bermakna bagi organisasi.

Kita perlu mencoba reinforcement satu kata yang memiliki pengaruh sangat kuat dan tidak mahal “terimakasih”. Ucapan terimakasih yang tulus mendapatkan peringkat puncak dalam kebanyakan motivator. Tentu saja, kita tidak bisa membeli komitmen orang lain membuat mereka bekerja sampai malam atau datang lebih pagi hanya dengan mengatakan atau melakukan sesuatu kepada mereka. Yang membuat hal ini efektif adalah perhatian dan rasa hormat kita yang sesungguhnya kepada mereka yang melakukan pekerjaan.

Penyampaian Ucapan Terimakasih

Ucapan terimakasih itu perlu disampaikan dengan membayangkan bahwa belum tentu suatu pekerjaan itu dilakukan dengan mudah. Saya sering mengamati bagaimana para manajer menanggapi karyawannya yang menyerahkan laporan yang baik dan tepat waktu. Tanpa ekspresi mereka berkata kepada karyawannya, Ya letakkan saja di ujung meja saya dan kembalilah bekerja. Peluang emas untuk menghargai pekerjaan atau melakukan reinforcement terbuang begitu saja. Karyawan mungkin akan berpikir bahwa satu-satunya konsekuensi yang mereka dapatkan saat laporan diserahkan adalah diperintahkan untuk bekerja kembali. Inilah yang menyebabkan pada kesempatan lainnya mereka mulai terlambat menyerahkan laporan, atau mencuri-curi kesempatan kapan bisa menyerahkan laporan tanpa harus bertemu dengan manajernya.

Sebagian besar karyawan menginginkan pekerjaan yang telah mereka lakukan ditanggapi oleh pemimpin mereka. Ini membantu mereka mengerjakannya dengan lebih baik di masa mendatang. Dan kita bisa menyisipkan ucapan terimakasih yang tulus saat seseorang telah melaksanakan tugas. Jangan pernah berpikir bahwa mereka telah dibayar untuk melakukannya. Bayaran hanya membuat orang bekerja sesuai bayarannya, reinforcement membuat orang bekerja melebihi yang diharapkan. Kita perlu membiasakan ucapan terimakasih saat menerima layanan dari berbagai jenis pekerjaan orang dalam kehidupan kita. Sudahkah kita mengucapkan terimakasih pada sopir taxi? Teller di bank? Petugas airport? Bell-boy hotel? Melakukan ini membantu semua orang menjadi lebih mencintai pekerjaan mereka dan bekerja dengan lebih baik tentunya. (Bambang Triyawan)

Artha Nugraha Jonar

About author
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.