NEW!Referensi istilah di supply chain dan logistik Buka di sini
Tulisan Lepas

SARA dan Komoditas Pers

1 Mins read
Tulisan Lepas

SARA dan Komoditas Pers

1 Mins read

Di awal tahun ini, isu SARA menjadi naik daun lagi. Isu lama yang menjadi api dalam sekam. Keanekaragaman Indonesia menjadi modal sekaligus ancaman bagi negara ini. Lihat saja sejarah, semenjak bangsa Indonesia belum merdeka isu SARA bergulir begitu kencangnya. Tetapi sejarah bagi bangsa ini hanya sekedar sejarah, bahkan di usianya yang ke 65 pun, tetap saja terjadi. Ada yang ingin membuat negara agamanya sendiri, adanya yang ingin menjalankan aturan agamanya sebagai landasan hukum, bahkan ada yang bertindak sewenang-wenang atas dasar kebenaran keyakinannya.

Pemerintah sebagai alat negara hanya bisa gagap, tidak bisa mengambil ketegasan. Hukum menjadi nomer dua, yang utama mempertahankan kekuasaan.
Kejadian konflik bernuansa SARA terjadi lagi. kali ini terjadi di Beji, Pasuruan. Sebuah Pondok Pesantren, Yayasan Pesantren Islam (YAPI) diserbu oleh massa tidak dikenal. Entah apakah ini terkait tentang SARA atau bukan, karena masih dalam penyelidikan polisi. Yang jelas, media telah memblow-upnya bahwa kasus ini bernuansa SARA. media menjelaskan bagaimana penerimaan pluralisme di pondok pesantren ini. Ketakutannya adalah, selama low enforcement untuk kejadian yang bernuansa SARA tidak segera dituntaskan, akan terjadi lagi kejadian serupa atas nama kebenaran keyakinannya menyerang kelompok lain yang dianggap bertentangan dengan agamanya, menyebar teror tanpa pernah dilakukan penindakan oleh pemerintah. Kejadian yang berlangsung berkali-kali menjadi pembenaran bagi kelompok-kelompok itu untuk menegakkan keadilan dan melawan kejahatan menurut isi otaknya dan tindakan yang mereka benarkan. Yang menyedihkan, alasan aparat hukum selalu saja berkutat pada kekurangan sumber daya manusia, tidak seimbangnya jumlah aparat hukum dengan jumlah penduduk Indonesia, persenjataan yang tidak canggih, dan masih banyak lagu lama lainnya. Yang saya herankan kenapa Kapolri jaman Soeharto kok tidak pernah mengeluh masalah ini ya??? Tanya Ken -apa???????

Artha Nugraha Jonar

About author
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
Articles

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.