NEW!Referensi istilah di supply chain dan logistik Buka di sini
Tulisan Lepas

Negara ini terlalu banyak jargon dan singkatan

1 Mins read
Tulisan Lepas

Negara ini terlalu banyak jargon dan singkatan

1 Mins read

Hari ini, membaca salah satu media nasional.
Kebetulan pada salah satu halamannya memuat iklan layanan masyarakat dari Direktorat Jendral Perhubungan Darat tentang keselamatan pejalan kaki.
Bahasa iklan yang digunakan menurut saya sudah cukup jelas, memberikan pemahaman bagaimana cara menyebrang yang aman.

Yang mengganggu adalah singkatan 4T . Saya jadi teringat jaman orde baru dulu. Semua disingkat, dan membingungkan kita.
Saat inipun ternyata masih banyak yang menggunakan pola orde baru itu, contoh, bagaimana kita menyebut nama presiden kita, SBY bukan Soesilo Bambang Yudhoyono.

Apakah nantinya tidak membingungkan, jika terlalu banyak jargon?
Semestinya aparatur negara diajarkan bahasa yang lebih komunikatif agar masyarakat tidak bingung dalam mencerna pesan yang dimaksud

Artha Nugraha Jonar

About author
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.