Pakuwon Jati (PWON) Di Tengah Pandemi Covid 19

Pakuwon Jati (PWON) Di Tengah Pandemi Covid 19
foto sumber: Instagram Pakuwon Jati

Saya mencoba untuk melakukan analisa terhadap Pakuwon Jati (PWON) di tengah pandemi covid 19. Tapi dengan disclaimer, ini hanya analisa saya pribadi saja, bukan berdasarkan laporan keuangan resmi ataupun statement resmi dari perusahaan.

Pakuwon Jati dengan kode emiten PWON adalah salah satu barisan saham yang ada di portofolio saya. Salah satu alasan saya memilih PWON adalah karena PWON memiliki pendapatan berulang yang porsinya cukup besar. Ini yang berbeda dengan emiten properti lainnya. PWON memiliki jaringan mall, hotel, apartemen hingga perumahan di Surabaya, Jakarta dan kota lainnya. Bisa dibilang PWON cukup sukses, terutama dalam pengelolaan mall-nya.

Karena saya tinggal di Sidoarjo yang berbatasan dengan Surabaya, saya bisa melihat secara langsung bagaimana pertumbuhan asset PWON, terutama yang ada di Surabaya

Dampak Covid 19

Namun apa dikata, di tengah gencarnya ekspansi yang dilakukan oleh PWON, terjadilah pandemi Covid 19 dan hal ini memukul langsung lini bisnis PWON.

Bayangkan saja, industri yang terkena dampak Covid 19 adalah industri yang dikelola oleh PWON yaitu mall dan hotel. Saat ini, jam operasional mall yang dibatasi, membuat mall yang dikelolanya menjadi sepi pengunjung. Sementara beberapa mall yang dikelola PWON di Jakarta juga ada yang harus berhenti beroperasi. Belum ada berita ataupun statement resmi mengenai biaya sewa, apakah ada tuntutan deduction dari para tenant atau tidak.

Sementara untuk lini bisnis hotel juga sangat terdampak. Tingkat hunian yang menurun drastis seiring dengan himbauan pemerintah agar tetap di rumah untuk menghadapi pandemi ini.

Hampir satu bulan pandemi Covid 19 di Indonesia mulai merebak dan hingga saat ini belum ada tanda-tana membaik. Sudah pasti pada Q1 ini, PWON tidak akan bisa mendapatkan revenue sesuai target yang diinginkan, bahkan menyamai revenue YoY (Year on Year) pun tidak. Apakah PWON akan merevisi targetnya? Belum ada pernyataan resmi dari korporasi tentang hal ini.

Semisal saja pandemi Covid 19 ini bisa cepat berlalu dan Q2 dapat berjalan atau beroperasi dengan normal, tentunya tetap tidak akan bisa memenuhi revenue Q1 yang telah hilang walau dengan memaksimalkan kapasitas sekalipun. Jika pandemi Covid 19 ini semakin lama berlangsung, tentu dampaknya akan menjadi semakin meluas dan akan berpengaruh terhadap target dan realisasi yang akan dilakukan oleh korporasi.

Semoga pandemi Covid 19 ini segera berlalu dan perekonomian Indonesia kembali membaik.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.