NEW!Referensi istilah di supply chain dan logistik Buka di sini
Tulisan Lepas

Hari Pertama Masuk Sekolah Pada Masa Pandemi Covid-19

2 Mins read
Hari Pertama Masuk Sekolah pada Masa Pandemi Covid-19

Ini adalah cerita Mika, anak saya di hari pertama masuk sekolah pada masa pandemi Covid-19. Sesuai dengan petunjuk gugus tugas Penanggulangan pandemi Covid-19, bahwa untuk tahun ajaran baru 2020/2021 ini, beberapa daerah yang belum zona hijau masih belum diperkenankan untuk menyelenggarakan sekolah dengan tatap muka secara langsung. Karena kota tempat kami tinggal masih berzona merah, maka otomatis sekolah Mika juga masih menyelenggarakan kegiatan pembelajaran secara daring.

Persiapan Sekolah Sebelum Tahun Ajaran Baru Dimulai

Sebetulnya, penyelenggara sekolah sudah menyiapkan beberapa prosedur untuk menghadapi kenormalan baru dalam kegiatan belajar mengajar seperti mengurangi jumlah murid yang ada di dalam kelas, kemudian menyiapkan pembatas di setiap meja, menyiapkan banyak tempat cuci tangan dan banyak prosedur lainnya. Namun ternyata pemerintah melalui gugus tugas penanggulangan tetap menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah pada daerah zona merah tetap tidak diperbolehkan secara langsung.

Memulai Hari Pertama Belajar

Sebelum memulai hari pertama masuk sekolah, sebelumnya sudah ada beberapa pengumuman yang disampaikan kepada wali murid, terutama masalah jadwal dan berbagai kesiapan lainnya.

Pada hari-H, Mika sudah bangun pagi hari, menyiapkan seragam dan ternyata seragamnya, terutama celananya kekecilan. Sebetulnya seragam baru sudah dijahitkan, tapi belum jadi. Akhirnya dengan celana kekecilan, jam 08.00 Mika menghidupkan laptop untuk memulai absen bersama guru kelas dan teman-temannya. Aplikasi yang dipakai adalah Zoom. Pada pagi hari, guru akan mengabsen tiap anak, kemudian memberikan tugas yang harus dikerjakan pada hari tersebut.

Mungkin dalam hati setiap anak itu ingin sekali bisa bersekolah, bisa bertemu guru dan teman-temannya dan bisa belajar dan bermain bersama di sekolah.

Baca Juga   Cara Menghemat Biaya Kuliah

Kunjungan Guru Pendamping

Hari Pertama Masuk Sekolah pada Masa Pandemi Covid-19

Setelah absen dengan guru kelas, tidak lama guru pendamping Mika datang di rumah. Fungsi guru pendamping ini untuk mendampingi dalam proses pembelajaran. Guru pendamping akan dijadwalkan datang dua kali dalam seminggu. Karena guru pendampingnya baru, Mika agak malu-malu menemuinya. Awalnya guru pendamping ditemui Mika di ruang tamu, ternyata dari sekolah mensyaratkan bahwa hanya boleh ada antara murid dan guru saja dalam satu ruangan. Akhirnya, guru pendampingnya di ajak ke ruang belajar Mika dan mereka belajar berdua selama kurang lebih 1,5 jam.

Guru pendamping datang dengan berbagai prosedur kesehatan. Misalnya memakai masker, faceshield serta membersihkan berbagai peralatan dengan disinfektan. Guru pendamping juga tidak boleh menerima makanan dan minuman. Nah ini rejeki saya, karena sebetulnya sudah disiapkan sebelumnya. Selain itu juga ada prosedur untuk murid tidak menerima tamu dari luar kota sebelum dikunjungi.

Sangat Membantu Proses Pembelajaran

Dengan metoda pembelajaran seperti ini, saya rasa sangat membantu siswa. Selain siswa bisa tetap aktif belajar, juga bisa tetap berinteraksi dengan guru dan teman melalui absen pagi dan siang, serta dengan guru pendamping yang datang ke rumah.

Itulah cerita Mika di hari pertama masuk sekolah pada masa pandemi Covid-19. Memang sangat berbeda dan sangat tidak kita harapkan jika kegiatan pembelajaran jadi seperti ini. Tetapi demi menghadapi pandemi Covid-19, saya rasa inilah yang terbaik untuk kita semua.

Artha Nugraha Jonar

About author
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
Articles
Related posts
KeuanganLifestylePendidikan

Cara Menghemat Biaya Kuliah

2 Mins read
Waktu kelulusan sudah lewat, sebagai anak SMK/SMA apakah Kamu berniat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi? Mungkin bagi lulusan…
Tulisan Lepas

Pendidikan Instan Demi Sebuah Nilai

4 Mins read
Saya adalah seorang remaja berusia 15 tahun. Saat ini sedang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, sebuah sekolah negeri di kota kecil….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
Lifestyle

5 Tips Belanja Online Murah di Saat Covid 19