NEW!Referensi istilah di supply chain dan logistik Buka di sini
Tulisan Lepas

Mendapatkan Pekerjaan Dari Iklan Lowongan Pekerjaan di Koran

5 Mins read
iklan lowongan pekerjaan di koran

Ini cerita saya tentang bagaimana saya mendapatkan pekerjaan dari iklan lowongan pekerjaan di koran.

Ini adalah cerita beberapa tahun yang lalu (kurang lebih 15 tahun yang lalu). Pada saat itu saya baru saja diwisuda dari Universitas Airlangga. Seperti biasa, ada tradisi jika sudah lulus kuliah, wajib hukumnya untuk harus cari kerja. Bagi lulusan dengan profil seperti saya, mencari pekerjaan itu tidak mudah. Dan rasanya, menurut saya hal ini sama saja bagi semua lulusan, mau yang lulus cepat, IPK bagus, dari universitas ternama sama saja problemnya.

Bagi yang mempunyai rekam akademisi yang bagus dapat saja mempunyai peluang direkrut langsung oleh perusahaan, bahkan jika belum lulus kuliah sekalipun. Namun bagi lulusan yang biasa-biasa saja, maka harus bersiap untuk memperjuangkan banyak hal.

Seperti halnya saya, dengan nilai akademisi yang sangat biasa saja, dan dari program studi yang sangat tidak populer (Sosiologi, menurut saya begitu, hehehe), tentu harus punya sesuatu yang sangat istimewa jika harus melamar. IPK saya pada saat itu bahkan sering tidak bisa masuk dalam syarat awal dari yang diharapkan di sebuah lowongan pekerjaan. Lalu bagaimana saya harus bisa mendapatkan pekerjaan?

Iklan Lowongan Pekerjaan di Koran, Memberikan Banyak Kesempatan Bagi Pelamar

Salah satu hal yang membuat saya banyak berterima kasih pada saat itu adalah adanya koran yang memberikan informasi lowongan pekerjaan. Hari sabtu adalah hari yang terkenal bagi para pencari kerja untuk mendapatkan informasi lowongan pekerjaan. Di Hari sabtu itulah, para perusahaan memasang iklan lowongan pekerjaan di berbagai koran. Pada saat itu, Jawapos dan Kompas adalah media di Surabaya yang terkenal dengan daftar lowongan pekerjaannya. Merekalah yang menjadi bursa kerja cetak di jaman itu.

Menurut saya, keunggulan iklan lowongan pekerjaan di koran adalah banyaknya lowongan pekerjaan dengan berbagai spesifikasi yang bisa jadi cocok buat kita sebagi seorang pelamar.

Misalnya saja ada lowongan yang spesifik bagi pelamar yang sudah memiliki pengalaman kerja, ada yang spesifik pada lulusan tertentu. Kalau boleh saya rangkum, biasanya beberapa hal ini yang menjadi kualifikasi kebutuhan yang diinginkan perusahaan yang dicantumkan pada iklan lowongan pekerjaan di koran:

  1. Pengalaman Kerja
    Ada beberapa lowongan pekerjaan yang mensyaratkan untuk mempunyai pengalaman kerja pada posisi yang ditawarkan. Tentu berbagai pertimbangan yang dimiliki oleh perusahaan kenapa mencantumkan pengalaman kerja tersebut.

  2. Tingkat Pendidikan
    Ini juga sering dicantumkan sebagai kualifikasi pada sebuah posisi, mulai dari SMA hingga level master.

  3. Keahlian Tertentu
    Kalau keahlian tertentu biasanya ditulis agar pelamar memang benar-benar menguasai pekerjaan yang dilamar.

  4. Usia
    Batasan usia juga biasanya dituliskan, tentu supaya pelamar bisa terseleksi terlebih dahulu sesuai dengan keinginan perusahaan.

Namun, ada juga lowongan pekerjaan yang tidak mensyaratkan apapun, hanya memberikan job description pada lowongan saja.

Tingkatan pekerjaan yang ditawarkan di iklan lowongan pekerjaan di koranpun bermacam-macam, mulai dari direktur, manajer hingga office boy. Tapi yang saya tahu, pada saat itu paling banyak orang melamar pada bagian administrasi. Sepertinya bekerja di bagian administrasi adalah hal yang mudah, asal bisa mengetik di komputer beres. Untuk lowongan pekerjaan yang paling banyak adalah sales. Ini pelamarnya juga cukup banyak, mungkin asumsinya asal bisa luwes dalam berkata-kata pasti bisa diterima. Nah kedua lowongan ini biasanya juga tidak banyak mensyaratkan kualifikasi yang terlalu berat.

Dokumen Yang Harus Disiapkan Untuk Melamar Pekerjaan dari Iklan Lowongan Pekerjaan di Koran

Setelah menentukan lowongan pekerjaan apa yang akan dilamar, maka selanjutnya adalah menyiapkan berbagai dokumen. Dokumen-dokumen yang harus disiapkan untuk melamar pekerjaan antara lain:

  1. Surat Lamaran Kerja
    Siapkan surat lamaran kerja, buat format bakunya. Nanti tinggal mengganti kepada dan posisi yang dilamar. Untuk format lamaran pekerjaan sudah banyak sekali contohnya. Tinggal meniru ataupun memodifikasinya.

  2. Fotocopy dokumen keterangan pribadi ( KTP, SIM)
    Beberapa perusahaan mensyaratkan dokumen pribadi. Tetapi kalau saya lebih memilih melampirkan jika memang diminta saja oleh perusahaan.

  3. Fotocopy Transkrip dan Ijasah
    Ini juga penting. Terutama untuk pelamar yang baru lulus. Nilai dari ijasah juga dapat dijadikan bagian dari seleksi pelamar.

  4. Fotocopy surat pengalaman kerja
    Jika sudah pernah bekerja, sebaiknya minta surat pengalaman kerja pada perusahaan sebelumnya.

Meninggat kebutuhan yang sangat tinggi, maka sebelumnya untuk dokumen yang kita siapkan ini terutama yang membutuhkan fotocopy dokumen kita sudah copykan dalam jumlah yang banyak. Selain itu, jangan lupa siapkan amplop besar seukuran panjang dan lebar dokumen untuk memasukkan semua dokumen tersebut.

Beberapa lowongan juga mensyaratkan untuk memasukkan dokumen ke dalam map bahkan ada yang meminta dengan warna tertentu. Untuk map bisa dibeli jika ada permintaan saja.

Bagaimana Cara Melamar Kerja Dari Iklan Lowongan Pekerjaan di Koran

Ada berbagai cara untuk melamar kerja dari iklan lowongan pekerjaan di koran. Namun setidaknya, 3 hal inilah yang saya lakukan pada saat itu.

1. Mengirim Surat Lamaran Pekerjaan Via Pos

Sebagian besar surat lamaran pekerjaan saya kirimkan via pos. Sebetulnya hanya demi praktis saja, karena sekali mengirimkan lamaran, saya mengirimkan ke banyak perusahaan. Namun memang, perlu dipertimbangkan biaya pengirimannya. Hanya karena saya mengirimkan lamaran paling banyak hanya di perusahaan sekitar Surabaya saja, maka biaya yang dibutuhkan juga tidak terlalu banyak untuk sekali kirimnya.

Saya biasa mengirimkan surat lamaran via kantor pos. Jika sudah lewat sore hari, saya biasanya mengirimkan melalui kantor pos besar. Kalau di Surabaya ada di daerah kebon rojo / Tugu Pahlawan dan di kendangsari.

Selain lewat kantor pos, saya juga pernah mengirimkan lamaran via jasa titipan kilat seperti JNE. Pada saat itu biayanya memang lebih mahal daripada kantor pos, namun biasanya lebih cepat sampai.

2. Mengirim Surat Lamaran Pekerjaan Via Email

Saya juga mengirimkan sebagian lamaran melalui email. Namun itu hanya perusahaan yang memang mencantumkan email saja.

nah untuk lamaran yang melalui email, memang biayanya jadi sangat murah. Minimal biaya sewa internet di warnet saja (saat itu sekitar 4000 – 6000 per jam). Selain itu, perlu disiapkan juga dokumen yang dibutuhkan dalam bentuk digital, misal KTP, Ijasah, Transkrip. Kalau tidak punya, bisa juga discan di warnet tempat mengirimkan email tadi.

3. Datang Langsung Ke Kantor

Ini tidak banyak saya lakukan, kecuali memang diminta demikian. Pertimbangannya adalah ribet. Namun perusahaan yang meminta pelamarnya datang langsung ke kantor biasanya melakukan walk-in-interview, atau seleksi langsung. Jadi kita gak perlu nunggu lagi penggilan, tetapi langsung diseleksi.

Saya belum pernah sih mengikuti walk-in-interview, tetapi mengirimkan lamaran langsung ke kantor pernah saya lakukan dan tidak langsung diseleksi tapi harus menunggu panggilan dahulu.

Inilah Pekerjaan Yang Saya Dapatkan Pertama Kali Dari Iklan Lowongan Pekerjaan di Koran

Melamar pekerjaan memang membutuhkan kesabaran. Sayang, saya tidak menghitung berapa jumlah lamaran yang saya sebarkan. Cukup banyak memang. Namun akhirnya saya bisa mendapatkan pekerjaan dan itu dari iklan lowongan pekerjaan di koran.

Waktu itu, sebuah perusahaan membutuhkan pekerja untuk posisi HRGA/IT. Kurang lebih pekerjaannya adalah mengelola departemen Human Resource, sekaligus General Affair atau bagian umum dan IT. Hmmmm, menurut saya ini adalah tantangan yang menarik. Proses yang saya lakukan pada saat itu, seperti biasa saya melamar dan mengirimkan berkas lamaran melalui pos. Paling banyak saya mengirimkan melalui pos, karena saya orang yang males ribet. Hanya beberapa saja yang saya kirim langsung ke kantor perusahaan, itupun jika diminta.

Setelah beberapa hari saya mengirim lamaran, sayapun dipanggil. Proses seleksi tidak terlalu ribet. Saya hanya diinterview oleh kepala cabang dan dijelaskan mengenai pekerjaannya. Biasanya, pada saat interview atau pada saat mengunjungi kantor perusahaan, saya berusaha mengamati bagaimana perusahaan ini bekerja. Pada kesempatan itu, saya juga manfaatkan untuk menyeleksi apakah perusahaan tersebut cocok atau tidak dengan saya. Begitupun pada saat interview dengan user atau HRD dari perusahaan tersebut.

Setelah beberapa hari kemudian, sayapun dipanggil ulang dengan informasi saya diterima bekerja. Pada saat itu saya dijelaskan mulai dari hak saya seperti gaji, asuransi kesehatan dan job description. Pada saat itu, sayapun diminta langsung untuk training ke Jakarta.

Ya, saat itu, seperti yang sudah saya sampaikan, saya mengelola HR, GA dan IT. Nah di sisi IT, saya harus belajar secara teknis untuk bisa maintenance sebuah mesin plotter dan mesin fotocopy. Ya semacam teknisi, tetapi hanya maintenance untuk setup software saja. Kurang lebih satu minggu saya training di Jakarta.

Nah itulah pengalaman saya mendapatkan pekerjaan pertama kali dari iklan lowongan pekerjaan di koran. Meski saat ini mencari pekerjaan dari iklan lowongan pekerjaan di koran sudah jarang dilakukan, namun setidaknya saya berharap cerita ini bisa menyemangati kita semua, terutama untuk yang saat ini sedang berjuang untuk mendapatkan pekerjaan.

Artha Nugraha Jonar

About author
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
Articles

1 Comment

  • Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.