NEW!Referensi istilah di supply chain dan logistik Buka di sini
Pendidikan

Tentang Rencana Pembelajaran Tatap Muka Di Sekolah

4 Mins read
Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah
Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Setelah sekian lama melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), akhirnya sekolah anak saya mengumumkan untuk memulai pembelajaran tatap muka di sekolah, bagaimana saya menyikapinya?

Pembelajaran Jarak Jauh

Ketika pandemi Covid-19 ini berlangsung, salah satu yang terimbas adalah kegiatan belajar mengajar di sekolah. Pemerintah memutuskan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh di semua daerah tanpa terkecuali. Salah satu sebabnya adalah pemerintah menganggap bahwa anak sekolah sangat rentan tertular di sekolah.

Begitu juga sekolah anak saya yang juga menghentikan kegiatan belajar mengajar di kelas dan menggantinya dengan pembelajaran jarak jauh.

Apa Yang Dilakukan Selama Pembelajaran Jarak Jauh

Pada awalnya kegiatan belajar mengajar di sekolah anak saya cukup mengalami kesulitan. yang pertama karena guru tidak terbiasa mengajar lewat online, dan yang kedua dari sisi murid juga belum terbiasa. Namun belakangan terakhir mulai lancar.

Aktivitas yang dilakukan selama pembelajaran jarak jauh di sekolah anak saya antara lain:

1. Kegiatan Mendongeng

Kegiatan mendongeng ini dilakukan pada awal masa pandemi. Karena pada saat itu guru-guru masih melakukan penyusunan pembelajaran, maka disela-sela itu dilakukan kegiatan mendongeng. Ini dilakukan hampir setiap sore. Pada awalnya anak saya masih rajin mengikuti. Tapi kelamaan sudah tidak lagi. Mungkin dia sudah bosan berhari-hari mendengarkan dongeng terus.

Baca Juga   Hari Pertama Masuk Sekolah Pada Masa Pandemi Covid-19

2. Absen Pagi dan Siang

Aktivitas Pembelajaran Jarak Jauh
Aktivitas Pembelajaran Jarak Jauh

Setiap pagi dan siang, melalui aplikasi Zoom, guru kelas akan mengabsen murid-murid di kelas. Selain absen, juga diberikan pengantar untuk pelajaran yang yang harus dipelajari hari ini sekaligus tugas yang harus dikerjakan.

3. Pelajaran Via Online

Selain itu ada juga pelajaran via online, terutama untuk mata pelajaran yang tidak diampu oleh guru kelas, misal Bahasa Inggris, TIK, Bahasa Jawa, dan Agama. Untuk TIK, pembelajaran dilakukan dengan memakai aplikasi pembelajaran coding. Dan jujur, saya yang bisa coding ini gak paham dengan pelajarannya, hehehe.

4. Menjawab Evaluasi Lewat Google Form

Selain pelajaran, murid juga diberikan tugas maupun evaluasi dan menjawab dengan google form. Pada awalnya anak saya meminta didampingi mamanya ketika ada evaluasi dengan mengisi google form, tapi sekarang anak saya bisa menjawab sendiri tugasnya bahkan bisa mencari jawaban lewat mesin pencari google juga. Duh, kayaknya ini jangan ditiru deh.

Sempat waktu mengerjakan sendiri evaluasinya, anak saya mendapat nilai 60. Wah dia langsung marah-marah, hahaha. Tapi sekarang dia sudah diberi tahu kalau nilai itu hasil dari pembelajaran, jika ingin dapat nilai bagus, harus fokus dan mau belajar lagi. Sekarang sih rata-rata sudah bisa dapat 80 di setiap evaluasinya.

5. Kunjungan Guru di Rumah

Karena anak saya termasuk dalam special needs, anak saya yang di kelas mempunyai shadow teacher ini mendapat kunjungan ke rumah. Selain untuk mengetahui perkembangan anak, shadow teacher juga memberikan pendampingan pembelajaran bagi anak-anak special needs. Program kunjungan guru ini dilakukan setelah daerah kota saya dinyatakan bukan zona merah lagi.

6. Mengerjakan Tugas Prakarya Dan Dibagikan di Media Sosial

Tugas Prakarya Pembelajaran Jarak Jauh
Tugas Prakarya Pembelajaran Jarak Jauh

Ini yang seru, saya jadi tahu ternyata banyak prakarya yang dikerjakan di sekolah. Memang biasanya hasil prakarya ini jika dikerjakan di sekolah akan dipajang di kelas, tetapi karena dikerjakan di rumah ya dipajang di media sosial. Tugasnya biasanya dari mewarnai, membuat lukisan, membuat puisi, sampai mewawancarai orang di sekitar rumah.

Baca Juga   Pendidikan Instan Demi Sebuah Nilai

Untuk tugas ini, anak saya cukup terbantu oleh mamanya. Beberapa prakarya dikerjakan bersama dengan mamanya.

Evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh

Meski demikian, kita bisa ketahui bahwa pembelajaran jarak jauh ini mempunyai banyak kendala. Misalnya tidak memiliki tools untuk pembelajaran jarak jauh baik itu HP atau notebook. Kemudian beberapa anak tidak mendapat pendampingan dari orang tuanya karena bekerja. Saya melihat beberapa anak kesulitan di situ.

Selain itu juga ditemui bahwa ada anak yang tidak pernah absen ataupun mengumpulkan tugas selama masa pembelajaran jarak jauh, entah karena apa.

Anak saya bisa dibilang sedikit beruntung karena memiliki laptop sendiri. Saya membelikannya pada saat sebelum Covid. Sebetulnya hanya supaya dia mau belajar komputer saja awalnya. Ternyata menjadi tools yang paling berguna di masa pandemi ini.

Memulai Pembelajaran Tatap Muka Di Sekolah

Seiring dengan semakin membaiknya kondisi di daerah kami, serta adanya panduan dari Kemdikbud tentang pembelajaran tatap muka, sekolah anak saya memutuskan untuk mencoba memulai pembelajaran tatap muka. Ada wacana memang untuk dimulai pada awal tahun 2021 akan melakukan pembelajaran tatap muka, tetapi akhir tahun 2020 ini dilakukan uji coba terlebih dahulu.

Peta Risiko Penyebaran Covid Sidoarjo per Desember 2020
Peta Risiko Penyebaran Covid Sidoarjo per Desember 2020

Sebelumnya juga pernah ada wacana untuk memulai pembelajaran tatap muka, tetapi ternyata tiba-tiba kondisi penyebaran Covid mendadak parah lagi. Apalagi Plt kepala daerah kami pada saat itu juga meninggal karena Covid-19. Akhirnya pada saat itu, rencana pembelajaran tatap muka ditunda lagi.

Persyaratan Pembelajaran Tatap Muka

Meski melakukan pembelajaran tatap muka, tidak serta merta langsung saja dilakukan. Tetapi ada beberapa tahapan. Salah satunya adalah pooling kepada orang tua murid apakah berkenan untuk mengikutkan anaknya pada pembelajaran tatap muka atau tidak.

Baca Juga   Tips Kartu Prakerja Yang Harus Kamu Ketahui

Selain itu, ada beberapa persyaratan yang dipenuhi dalam pembelajaran tatap muka, antara lain:

  1. Mengisi kelas dengan kurang dari separuh jumlah siswa.
  2. Menjalankan protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
  3. Pembelajaran tatap muka di kelas tidak dalam waktu yang lama.

Untuk ketiga hal ini, sekolah anak saya sudah mensosialisasikan semenjak dahulu. Hal ini dilakukan untuk persiapan jika pembelajaran tatap muka diberlakukan.

Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Pada beberapa hari lalu, kami mendapat surat edaran tentang uji coba pembelajaran tatap muka ini. Dalam surat tersebut dilampirkan mengenai jadwal pembelajaran tatap muka anak saya.

Sikap Saya Terhadap Pembelajaran Tatap Muka

Setelah kami berdiskusi, kami mengambil kesimpulan untuk tidak dahulu mengikutkan anak saya dalam uji coba pembelajaran tatap muka ini. Salah satu faktornya adalah tidak disiplinnya anak saya ketika memakai masker. Sulit sekali untuk meminta dia tetap menggunakan masker jika di tempat umum. Dengan pertimbangan ini, istri saya lalu menghubungi wali kelas dan menyatakan untuk tidak mengikutkan anak saya dalam uji coba pembelajaran tatap muka.

Saat ini, rasanya masih agak ragu untuk melepas anak saya sendiri di dalam kelas. Di sisi lain, saya salut juga dengan pengelolaan sekolah anak saya ini. Mungkin saja beberapa orang tua ada yang meminta segera diberlakukan pembelajaran tatap muka ya. Bagaimana dengan di kotamu? Apakah juga ada rencana dari sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka?

Artha Nugraha Jonar
1204 posts

About author
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
Articles
Related posts
Pendidikan

Tips Kartu Prakerja Yang Harus Kamu Ketahui

1 Mins read
Kartu prakerja adalah bentuk bantuan dari pemerintah yang dikeluarkan untuk menghadapi pandemi Covid-19. Tidak hanya melakukan pendataan, penerima kartu kerja juga akan…
Pendidikan

Pendidikan Di Kampus Binus Malang Untuk Masa Depan Terbaik

4 Mins read
Kota Malang berada di propinsi Jawa Timur tidak hanya dikenal sebagai kota pariwisata saja, namun juga dikenal sebagai kota pendidikan. Salah satu…
Tulisan Lepas

Hari Pertama Masuk Sekolah Pada Masa Pandemi Covid-19

2 Mins read
Ini adalah cerita Mika, anak saya di hari pertama masuk sekolah pada masa pandemi Covid-19. Sesuai dengan petunjuk gugus tugas Penanggulangan pandemi…

21 Comments

  • Avatar
  • Avatar
    • Artha Nugraha Jonar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
    • Artha Nugraha Jonar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
Tulisan Lepas

Haruskah anak TK sudah bisa membaca dan berhitung (Calistung) ?